Tingkatkan Mutu Pelayanan Ibu dan Anak, Dinkes Lhokseumawe Lakukan Supervisi KLA dan Gizi KIA di UPTD Puskesmas Blang Cut

Lhokseumawe - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus bergerak memastikan standardisasi dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di setiap wilayah kerja puskesmas berjalan optimal. Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan Supervisi Penguatan Kelembagaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) sektor kesehatan serta evaluasi Program Gizi KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang berlangsung di UPTD Puskesmas Blang Cut. Supervisi terpadu yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring, evaluasi, sekaligus pembinaan langsung terhadap capaian indikator pelayanan kesehatan ibu, bayi, balita, serta kesiapan fasilitas dalam mendukung program pemenuhan hak kesehatan anak. Dalam kunjungan tersebut, Tim Supervisi Dinkes Lhokseumawe melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap beberapa aspek krusial. Pada sektor KLA, petugas meninjau ketersediaan sarana prasarana penunjang seperti ruang laktasi yang representatif, ruang bermain anak yang aman, serta penerapan standar pelayanan ramah anak di loket pendaftaran hingga ruang pemeriksaan. Sementara pada aspek Gizi KIA, fokus utama diarahkan pada validasi data cakupan penimbangan balita, pemantauan pertumbuhan melalui e-PPGBM, pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi ibu hamil, hingga manajemen penanganan balita dengan masalah gizi (kurang gizi maupun stunting) di wilayah kerja Puskesmas Blang Cut. Kegiatan supervisi difokuskan pada tiga pilar utama:

  1. Integrasi Standar KLA: Meninjau kesiapan sarana dan prasarana puskesmas yang mendukung predikat ramah anak, mulai dari ruang tunggu khusus, ketersediaan fasilitas bermain yang aman, hingga edukasi hak-hak anak bagi pengunjung puskesmas.
  2. Evaluasi Layanan KIA: Melakukan pengecekan terhadap kelengkapan kohort ibu hamil, cakupan kunjungan K1-K6, serta kepatuhan pemantauan kesehatan ibu selama masa kehamilan dan nifas.
  3. Optimalisasi Penanganan Gizi: Melakukan audit terhadap akurasi pengukuran antropometri balita, penanganan kasus balita gizi kurang/buruk, serta efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal.

(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)