Lhokseumawe - Sebagai langkah nyata dalam memetakan dan mengantisipasi penyebaran penyakit zonosis, sebuah pertemuan penting digelar di Desa Ulee Jalan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Pertemuan ini mengusung agenda utama Diseminasi Hasil Penelitian terkait Leptospirosis—penyakit bakteri yang umumnya ditularkan melalui urine hewan pengerat seperti tikus. Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh tim peneliti, perangkat desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta puluhan warga setempat. Kehadiran masyarakat yang antusias menunjukkan besarnya kepedulian warga terhadap isu kesehatan lingkungan di wilayah mereka. Dalam pemaparannya, tim peneliti membedah secara rinci data-data lapangan yang telah dikumpulkan selama masa riset. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor risiko lingkungan, melacak keberadaan bakteri Leptospira, serta mengukur sejauh mana tingkat pemahaman masyarakat Ulee Jalan terhadap gejala awal penyakit ini. Kepala Desa (Geuchik) Ulee Jalan menyambut baik hasil riset ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa data dari penelitian ini akan menjadi fondasi penting bagi desa untuk menyusun program kerja berbasis kebersihan lingkungan, seperti menggalakkan kembali gotong royong pembersihan parit dan edukasi penggunaan pelindung diri (seperti sepatu boots dan sarung tangan) saat beraktivitas di area basah.Melalui pertemuan diseminasi ini, diharapkan mata rantai penularan Leptospirosis di Kecamatan Banda Sakti, khususnya di Desa Ulee Jalan, dapat diputus secara efektif melalui kolaborasi berbasis data ilmiah antara akademisi, pemerintah, dan kesadaran swadaya masyarakat.

(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
