Lhokseumawe - Dinas Kesehatan resmi membuka Kegiatan Orientasi Kader Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK)/Pemerintah Desa/Pustu dan Posyandu Integrasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Hepatitis (ATMH) dalam kerangka Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Angkatan 2. Kegiatan yang bersumber dari dana hibah Global Fund Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-RSSH) ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, SKM, MKM, di Hotel Winton, Lhokseumawe. Orientasi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2026, diikuti oleh 27 kader kesehatan dari wilayah kerja Pustu Blang Poroh. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan terpadu berbasis siklus hidup, sekaligus memperkuat penanganan penyakit menular prioritas seperti ATMH di tingkat akar rumput (gampong). Dalam arahannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Cut Fitri Yani, SKM, MKM, menyampaikan pentingnya peran kader sebagai garda terdepan dalam keberhasilan penataan transformasi pelayanan kesehatan primer. Ia juga mengapresiasi dukungan dana hibah GF-RSSH yang telah memungkinkan terselenggaranya pelatihan berkelanjutan ini, serta berharap para peserta dapat memanfaatkan seluruh rangkaian materi dengan optimal guna diterapkan di Posyandu dan Pustu Blang Poroh. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi teknis, simulasi pencatatan dan pelaporan terpadu, hingga strategi edukasi kesehatan masyarakat bersama para fasilitator dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan fasilitator dari Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
