Lhokseumawe - Rangkaian kegiatan Orientasi Kader Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK)/Pustu dan Posyandu Integrasi AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Hepatitis (ATMH) dalam Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Angkatan 1 di Kota Lhokseumawe resmi ditutup. Agenda hari terakhir penutupan orientasi ini diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan aplikatif, yang meliputi Praktik Lapangan, penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh masing-masing peserta, serta pelaksanaan post-test sebagai bentuk evaluasi akhir pemahaman materi. Berdasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan, tercatat adanya peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman para kader kesehatan. Rata-rata nilai pre-test peserta yang berada di angka 75 melonjak tajam menjadi rata-rata nilai post-test sebesar 90. Capaian ini menunjukkan efektivitas tinggi dari modul pelatihan serta keseriusan para kader gampong dalam menyerap materi intervensi kesehatan terpadu. Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pada sesi penutupan ini diharapkan menjadi panduan konkret bagi para kader saat kembali bertugas di wilayah kerja masing-masing. RTL tersebut mencakup strategi sosialisasi lanjutan, peningkatan pelaporan berbasis siklus hidup, serta penguatan deteksi dini kasus ATMH di tingkat akar rumput (gampong). Melalui suksesnya penyelenggaraan Angkatan 1 ini, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe optimis transformasi layanan kesehatan primer melalui ILP dapat segera terakselerasi secara merata, didukung oleh kapasitas kader yang semakin kompeten dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
