Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus memperketat pengawasan terhadap sistem rantai dingin (cold chain) penyimpanan vaksin di Gudang Imunisasi instansi setempat, [Hari/Tanggal]. Langkah ini dilakukan melalui pemeriksaan suhu serta kondisi fisik Vaccine Refrigerator (kulkas khusus vaksin) dan Freezer secara berkala dan terstruktur oleh petugas pengelola program imunisasi. Vaksin merupakan produk biologis yang sangat sensitif terhadap perubahan suhu lingkungan (heat-sensitive atau freeze-sensitive). Oleh karena itu, untuk memastikan potensi dan efektivitas vaksin tetap terjaga sempurna hingga disuntikkan kepada masyarakat, stabilitas suhu di dalam ruang penyimpanan wajib dipertahankan pada standar global, yakni kisaran 2°C hingga 8°C untuk refrigerator, serta -15°C hingga -25°C untuk freezer. Pemeriksaan berkala ini melibatkan pencatatan grafik suhu yang dilakukan minimal dua kali sehari, pagi dan sore, termasuk memantau alat pemantau suhu digital kontinu (logtag) serta memeriksa kondisi teknis mesin pendingin untuk mengantisipasi adanya kendala sistemik atau pemadaman arus listrik. Selain pemantauan suhu, petugas juga melakukan pengecekan kebersihan unit penyimpanan, pengaturan tata letak vaksin berdasarkan tanggal kedaluwarsa (Early Expire First Out/EEFO), serta memastikan sistem kelistrikan cadangan (generator set) berfungsi optimal guna menghindari kerusakan fatal pada logistik imunisasi daerah.
.jpeg)
