Pemerintah Kota Lhokseumawe terus memantapkan langkah dalam mewujudkan tata kelola data pemerintahan yang akurat dan terintegrasi. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe dalam agenda Pembinaan Statistik Sektoral Seri 3 dan Sosialisasi Standar Pelayanan Publik Pelayanan Statistik Terpadu (PST) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe. Kegiatan strategis ini digelar sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menyukseskan program Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Pembinaan Seri 3 ini secara khusus menyoroti standardisasi metodologi pengumpulan data, penguatan metadata, serta pentingnya interoperabilitas data antar-instansi pemerintah. Kehadiran perwakilan dari Dinas Kesehatan Lhokseumawe menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama yang membutuhkan akurasi data tingkat tinggi. Data kesehatan—seperti angka stunting, cakupan imunisasi, fasilitas kesehatan, hingga tren penyakit menular—merupakan instrumen vital yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat. Selain fokus pada penguatan statistik sektoral, forum tersebut juga merangkaikan agenda dengan Sosialisasi Standar Pelayanan Publik pada Pelayanan Statistik Terpadu (PST) BPS. Sosialisasi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana sebuah instansi vertikal mengelola layanan informasi publik secara transparan, bersih dari maladminstrasi, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan konsumen data. Acara yang berlangsung interaktif ini diisi dengan sesi diskusi, evaluasi pengisian kuisioner statistik sektoral, serta bedah standar pelayanan. Melalui sinergi yang semakin erat antara Dinkes dan BPS, diharapkan Kota Lhokseumawe mampu menyajikan basis data makro dan mikro yang solid demi mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat.



