Lhokseumawe - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe secara resmi membuka kegiatan Orientasi Peningkatan Kapasitas Kader dan Pengelola Posyandu Angkatan 2. Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari dari tanggal 09 - 12 Juni 2026 bertempat di Gedung Hasbi. Kegiatan ini bersumber dana Hibah Global Fund RSSH Tahun 2026. Program strategis ini digelar dalam rangka memperkuat kompetensi para kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat gampong (desa), khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting. Melalui orientasi angkatan kedua ini, Dinas Kesehatan berkomitmen membekali para pengelola posyandu dengan keterampilan teknis mutakhir, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak yang akurat hingga kemampuan komunikasi edukatif kepada masyarakat. Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe yang diwakilkan oleh Sub Koordinator Promosi Kesehatan dan Pengabdian Masyarakat menyampaikan bahwa kader posyandu merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung dengan warga. Oleh karena itu, standardisasi kemampuan dan pengetahuan mutakhir mengenai 25 keterampilan dasar kader menjadi sebuah keharusan. Selama jalannya orientasi, para peserta akan dibekali dengan berbagai materi krusial, mulai dari teknik penggunaan alat antropometri yang presisi, pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis lokal, hingga metode penyuluhan yang persuasif bagi ibu hamil dan menyusui. Dinas Kesehatan berharap, setelah menyelesaikan orientasi ini, para pengelola posyandu dapat segera mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan lingkungan gampong yang lebih sehat dan bebas stunting di Kota Lhokseumawe.

.jpeg)



(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
