Lhokseumawe - Dalam rangka memperkuat sistem ketahanan kesehatan serta mendeteksi dini potensi wabah di wilayah daerah, jajaran tenaga kesehatan dan pengelola program epidemiologi di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mengikuti Pelatihan Dasar Penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Penyakit Menular Potensial Kejadian Luar Biasa (KLB). Pelatihan ini diselenggarakan 11-14 Juni 2026 secara daring melalui metode Massive Open Online Course (MOOC) di platform resmi Kementerian Kesehatan RI, Plataran Sehat, dan disinkronisasikan melalui pertemuan Zoom Meeting. Pemanfaatan platform digital Plataran Sehat dalam pelatihan MOOC ini memungkinkan para peserta dari berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di Lhokseumawe untuk mengakses materi berstandar nasional secara mandiri dan fleksibel, sebelum kemudian diperkuat melalui sesi interaktif tatap maya bersama para tutor dari Kemenkes RI. Fokus utama dari pelatihan dasar ini adalah membekali para tenaga kesehatan dengan kemampuan taktis dalam menganalisis data, mengenali tren penyakit, serta mengoperasikan sistem pelaporan SKDR secara real-time. Penerapan pelaporan berbasis SKDR yang kuat diharapkan mampu meminimalkan response time (waktu tanggap) jika ditemukan kasus penyakit menular potensial KLB di Kota Lhokseumawe. Kecepatan pelaporan dari tingkat gampong hingga ke puskesmas dan dinas kesehatan menjadi penentu utama berhasilnya isolasi serta penanggulangan sebuah penyakit sebelum menyebar luas. Dengan keikutsertaan aktif dalam pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM kesehatan yang melek digital, adaptif, dan siap siaga menjaga stabilitas ketahanan kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit menular.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
