Lhokseumawe - Dalam upaya memastikan efektivitas program penanggulangan masalah gizi dan percepatan penurunan angka stunting, Tim dari Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe melakukan kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penanganan gizi ke Desa (Gampong) Meunasah Mesjid. Kunjungan ini berfokus pada evaluasi proses pembagian dan pemanfaatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal bagi kelompok sasaran. Monitoring ini menyasar langsung para penerima manfaat, terutama balita dengan status gizi kurang (underweight), balita stunting, serta ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) yang ada di wilayah Gampong Mns Mesjid. Dalam kegiatan tersebut, Tim Dinas Kesehatan didampingi oleh petugas gizi dari puskesmas pembina wilayah serta para kader posyandu setempat. Tim melakukan pemeriksaan silang (cross-check) antara data distribusi logistik dengan kondisi riil di lapangan. Selain memastikan PMT telah diterima dengan baik, tim juga melakukan pengukuran ulang berat badan dan tinggi badan balita untuk melihat progres intervensi gizi yang telah berjalan. Selain memantau ketepatan sasaran, Tim Dinas Kesehatan juga mengevaluasi konsistensi para kader posyandu dalam mengolah dan menyajikan menu PMT berbahan lokal yang kaya akan protein hewani, sesuai dengan petunjuk teknis Kementerian Kesehatan. Pihak Pemerintahan Gampong Mns Mesjid bersama kader posyandu menyatakan sangat terbantu dengan adanya monitoring langsung dari Dinas Kesehatan ini. Masukan dan rekomendasi teknis yang diberikan tim dinas akan dijadikan acuan untuk memperbaiki sistem distribusi dan pendampingan gizi di tingkat desa ke depan. Melalui monitoring dan evaluasi yang ketat dan berkelanjutan ini, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus mengawal pemenuhan hak gizi anak dan ibu hamil demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
