Lhokseumawe - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan Sosialisasi dan Skrining Kesehatan Tuberkulosis (TBC) serta HIV-AIDS di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Darussalam Lhokseumawe. Kegiatan ini merupakan bagian dari program proaktif pemerintah untuk memutus mata rantai penularan penyakit menular di lingkungan institusi pendidikan tinggi. Sebagai kampus yang mencetak calon tenaga kesehatan, keterlibatan civitas akademika STIKes Darussalam dinilai sangat strategis dalam mempercepat capaian target eliminasi TBC dan penanggulangan HIV-AIDS di Kota Lhokseumawe. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi edukatif oleh tim teknis pengelola program dari Dinas Kesehatan. Mahasiswa dibekali pemahaman mendalam mengenai patofisiologi penularan TBC, pentingnya penemuan kasus secara dini, hingga tata laksana pengobatan yang tuntas. Selain TBC, narasumber juga mengupas tuntas mengenai pencegahan HIV-AIDS dan penularannya. Edukasi ini menekankan pentingnya menjauhi perilaku berisiko serta mengajak para mahasiswa kesehatan untuk menjadi garda terdepan dalam mengikis stigma negatif dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) di tengah masyarakat. Pihak akademika STIKes Darussalam Lhokseumawe menyambut baik kolaborasi ini. Deteksi dini di lingkungan kampus dinilai sangat membantu mendeteksi potensi kasus secara cepat, sehingga jika ditemukan adanya indikasi positif, tindakan pengobatan gratis dari pemerintah dapat segera diberikan sebelum kondisi memasuki stadium lanjut. Melalui sinergi yang kokoh antara Dinas Kesehatan dan STIKes Darussalam Lhokseumawe, diharapkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini di lingkungan akademik semakin meningkat, sekaligus menciptakan lingkungan kampus vokasi kesehatan yang bersih, aman, dan sehat.


(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
