Lhokseumawe - Dalam upaya nyata menekan angka stunting dan memastikan status kecukupan gizi masyarakat di tingkat tapak, tim petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Muara Satu bersama para kader desa menggelar aksi jemput bola melalui Kunjungan Lapangan Pemantauan Tumbuh Kembang dan Masalah Gizi Ibu dan Anak di Desa Paloh Punti. Kunjungan rumah ke rumah (door-to-door) ini difokuskan pada pemantauan intensif terhadap kelompok rentan, terutama ibu hamil (khususnya ibu hamil Kurang Energi Kronis/KEK), ibu menyusui, serta bayi dan balita yang memiliki riwayat berat badan kurang (underweight) atau grafik pertumbuhannya tidak naik pada bulan lalu. Dalam aksi lapangan ini, petugas kesehatan tidak hanya melakukan pengukuran ulang tinggi badan dan penimbangan berat badan balita menggunakan alat antropometri standar, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap asupan gizi harian anak. Petugas juga memeriksa kesehatan ibu hamil guna memastikan tidak terjadi komplikasi yang dapat mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan. Selain melakukan pemantauan fisik, tim juga memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) interpersonal kepada pihak keluarga mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif, pemenuhan protein hewani pada menu makan anak, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah tangga. Bagi balita atau ibu hamil yang terindikasi mengalami masalah gizi spesifik, tim langsung menjadwalkan penanganan tindak lanjut berupa pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal dan pemantauan berkala oleh bidan desa setempat. Apresiasi tinggi datang dari perangkat Gampong Paloh Punti yang menyatakan bahwa kehadiran langsung para tenaga kesehatan ke rumah-rumah warga sangat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Sinergi aktif antara petugas puskesmas, kader, dan orang tua ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal menuju generasi Lhokseumawe yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
(Sumber : Tim Humas UPTD Puskesmas Muara Satu)
