Lhokseumawe - Dalam upaya memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) serta memantau tren penyakit menular, tim pengelola program kesehatan melaksanakan kegiatan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) ke Rumah Sakit (RS) Sakinah. Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memastikan data epidemiologi dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat lanjut tercatat dengan akurat dan cepat. Kegiatan Surveilans Aktif Rumah Sakit (SARS) ini difokuskan pada penelusuran dan verifikasi langsung terhadap rekam medis serta buku register pasien di RS Sakinah. Petugas menyasar sejumlah penyakit potensial wabah dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), seperti campak, rubela, difteri, AFP (lumpuh layu akut), serta infeksi saluran pernapasan berat. Langkah jemput bola (aktif) ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan sistem surveilans pasif yang hanya menunggu laporan masuk. Melalui SARS, tim dapat mengidentifikasi jika ada kasus-kasus berisiko tinggi yang belum terlaporkan ke dalam sistem surveilans nasional, sehingga tindakan penanganan atau lokalisir wilayah dapat segera dilakukan secara presisi. Selain melakukan pelacakan data pasien, kegiatan ini juga diisi dengan koordinasi teknis bersama jajaran manajemen dan petugas surveilans internal RS Sakinah. Fokus utamanya adalah penguatan sinergi dalam tertib administrasi pelaporan berbasis digital agar data yang dihasilkan selalu real-time dan valid.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
