Lhokseumawe - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan sosialisasi mengenai bahaya dan pencegahan Hantavirus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Lhokseumawe. Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mengantisipasi penularan penyakit di area yang memiliki tingkat kepadatan tinggi. Hantavirus sendiri merupakan jenis virus yang utamanya disebarkan oleh hewan pengerat, khususnya tikus, melalui urine, tinja, atau air liur yang terhirup oleh manusia. Di lingkungan yang padat seperti Lapas, menjaga kebersihan dan mengendalikan populasi tikus menjadi hal yang sangat krusial untuk mencegah munculnya penyakit ini. Dalam kegiatan tersebut, tim dari Dinkes Lhokseumawe memaparkan materi mengenai gejala klinis infeksi Hantavirus—seperti demam tinggi, nyeri otot, dan gangguan pernapasan serta penanganan awal yang harus dilakukan jika ada yang bergejala. Selain pemaparan materi, tim Dinkes juga berdiskusi langsung dengan pihak manajemen Lapas terkait tata kelola sanitasi lingkungan blok hunian. Pihak Lapas Klas II Lhokseumawe menyambut baik inisiatif ini. Mereka menilai edukasi berkala seperti ini sangat membantu dalam mempertahankan status Lapas yang sehat dan bebas dari potensi penularan penyakit menular. Melalui sinergi ini, diharapkan kesadaran akan kebersihan lingkungan di dalam Lapas semakin meningkat, sehingga kesehatan para petugas dan warga binaan dapat terus terjaga dengan optimal.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
