Aksi Nyata Pemutus Rantai Penyakit Menular, Dinkes Lhokseumawe Gelar Skrining TBC dan Kampanye HIV-AIDS di UNIKI

Lhokseumawe - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus bergerak aktif melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit menular di lingkungan pendidikan tinggi. Kali ini, Dinkes Lhokseumawe menggelar Kegiatan Sosialisasi dan Skrining Tuberkulosis (TBC) yang dirangkai sekaligus dengan Kampanye Pencegahan HIV-AIDS, bertempat di Kampus Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Lhokseumawe. Kegiatan ini menyasar ratusan mahasiswa dan civitas akademika sebagai upaya deteksi dini (skrining) massal untuk memutus mata rantai penularan TBC, sekaligus memberikan edukasi yang benar mengenai bahaya serta pencegahan HIV-AIDS di kalangan generasi muda. Dalam sesi sosialisasi, tim medis dari Dinas Kesehatan memaparkan materi mengenai gejala klinis TBC, pentingnya pengobatan tuntas, serta metode pencegahan penularan di tempat umum seperti area kampus. Bersamaan dengan itu, tim juga mengampanyekan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV) serta mengedukasi mahasiswa mengenai perilaku hidup sehat guna menghindari faktor risiko penularan. Selain pemaparan materi edukatif, petugas kesehatan di lapangan langsung melakukan skrining kesehatan kepada para peserta yang hadir. Pemeriksaan meliputi pengisian kuesioner gejala, pemeriksaan fisik awal, serta pengarahan pemeriksaan dahak bagi peserta yang terindikasi memiliki gejala batuk persisten. Pihak Rektorat dan manajemen UNIKI Lhokseumawe menyambut baik program jemput bola ini. Mereka menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman penyakit menular. Melalui sinergi yang kuat antara dunia akademis dan instansi kesehatan ini, Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe berharap angka penemuan kasus TBC secara dini dapat dioptimalkan dan literasi terkait pencegahan HIV-AIDS pada generasi muda di Kota Lhokseumawe dapat meningkat secara signifikan.

(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)