Lhokseumawe - Rangkaian kegiatan hari kedua ini berlangsung sangat dinamis dan interaktif melalui kombinasi pemaparan materi, diskusi kelompok, hingga simulasi langsung alur pelayanan 5 langkah khusus untuk kelompok sasaran balita, anak usia sekolah, dan remaja. Para peserta sudah memahami teknis pemantauan tumbuh kembang, deteksi dini stunting, kelengkapan imunisasi, konseling ASI eksklusif, serta skrining anemia dan edukasi kesehatan jiwa bagi kelompok remaja. Dalam sesi diskusi tanya-jawab singkat, peserta menanyakan cara efektif meningkatkan partisipasi remaja di Posyandu serta strategi menangani ibu hamil yang enggan minum tablet tambah darah, yang dijawab narasumber bahwa pelayanan remaja harus dikemas lebih interaktif melalui pendekatan sebaya dan aktivitas sosial, sedangkan bagi ibu hamil diperlukan pendekatan keluarga secara persuasif serta edukasi mengenai pentingnya pencegahan anemia sejak dini.
(Sumber : Tim Humas Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe)
