Dalam rangka memastikan ketersediaan dan akurasi data logistik obat dan BMHP, Tim Farmasi Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe melaksanakan kegiatan stock opname obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP). Kegiatan ini bertujuan untuk mencocokkan stok fisik dengan data pencatatan, sehingga pengelolaan persediaan dapat berjalan secara akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Stock opname merupakan bagian penting dalam pengelolaan logistik obat dan BMHP untuk menjamin ketersediaan obat dan BMHP yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung dengan ketat tersebut, petugas memeriksa satu per satu item logistik medis untuk memastikan kelayakan konsumsi dan penggunaannya. Beberapa fokus utama petugas dalam stok opname ini meliputi:
-
Penerapan Sistem FEFO (First Expired, First Out): Mengidentifikasi masa kedaluwarsa (expiry date) setiap jenis obat. Obat-obatan dengan masa kedaluwarsa yang lebih dekat dipisahkan untuk didistribusikan lebih awal ke jaringan Puskesmas.
-
Pengecekan Mutu Fisik Obat: Memastikan kemasan obat, tablet, sirup, dan injeksi dalam kondisi baik, utuh, serta tersimpan pada suhu ruangan atau suhu dingin yang sesuai standar kefarmasian.
-
Inventarisasi BMHP: Menghitung ketersediaan bahan medis pendukung seperti kasa, perban, jarum suntik, sarung tangan medis, hingga masker untuk memastikan kesiapan penanggulangan medis darurat maupun rutin.
