Guna mempercepat implementasi transformasi pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput, Tim dari UPTD Puskesmas Kandang melakukan kunjungan advokasi strategis ke Kantor Pemerintahan Desa (Meunasah) Manyang, Kecamatan Muara Dua. Langkah ini diambil untuk membangun kesepahaman serta menggalang dukungan penuh dari perangkat desa terkait penerapan sistem Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Pertemuan advokasi ini dihadiri langsung oleh Kepala UPTD Puskesmas Kandang beserta tim fasilitator, Geuchik (Kepala Desa) Meunasah Manyang, perangkat desa, Tuha Peut, serta para kader posyandu setempat. Kegiatan ini menjadi krusial mengingat Posyandu ILP merupakan paradigma baru yang mengubah pola pelayanan kesehatan desa menjadi lebih terintegrasi berdasarkan siklus hidup warga. Dalam paparannya, Tim UPTD Puskesmas Kandang menjelaskan secara mendalam tentang konsep ILP, di mana posyandu tidak lagi hanya fokus pada pemantauan ibu hamil dan balita, melainkan diperluas fungsinya untuk melayani seluruh kelompok usia—mulai dari bayi, remaja, usia produktif, hingga lansia—melalui pembagian klaster pelayanan yang lebih terstruktur. Kepala UPTD Puskesmas Kandang menegaskan bahwa keberhasilan penataan ulang sistem pelayanan ini sangat bergantung pada komitmen dan sinergi yang kuat antara pihak puskesmas selaku pembina teknis dan pemerintah desa selaku pemilik wilayah. Pihak Pemerintah Desa Meunasah Manyang menyambut baik dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program transformasi ini. Geuchik Meunasah Manyang menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen bersama para kader untuk segera menyiapkan segala kebutuhan teknis dan ruang pelayanan yang representatif agar Posyandu ILP dapat segera diluncurkan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga desa. Melalui momentum advokasi yang berjalan dialogis dan produktif ini, diharapkan Desa Meunasah Manyang dapat menjadi salah satu desa pelopor penerapan Posyandu ILP di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kandang, demi mewujudkan masyarakat desa yang lebih sehat, produktif, dan tangguh.

