Skrining, Edukasi, serta Peregangan Pre-Diabetes dan Diabetes di Posyandu Desa Tumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti

Sebagai upaya nyata dalam menekan angka penderita Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus, UPTD Puskesmas Banda Sakti melaksanakan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan terpadu di Posyandu Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti. Kegiatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama penanganan, yaitu skrining kesehatan dasar, edukasi pola hidup, serta aktivitas fisik berupa peregangan bersama. Sasaran utama dari program ini adalah warga usia produktif hingga lansia, baik yang memiliki faktor risiko (pre-diabetes) maupun yang sudah terdiagnosa menderita diabetes. Kehadiran tim medis puskesmas di tengah pemukiman warga ini mendapat sambutan yang sangat positif, terlihat dari antusiasme masyarakat yang memadati lokasi posyandu sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Skrining Kesehatan. Petugas medis melakukan pemeriksaan yang meliputi pengukuran tekanan darah, penimbangan berat badan, pengecekan lingkar perut, serta pemeriksaan kadar gula darah sewaktu (GDS) secara gratis. Skrining ketat ini bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin warga yang masuk dalam kategori pre-diabetes agar bisa segera diberikan intervensi sebelum berkembang menjadi diabetes kronis. Setelah pemeriksaan fisik, warga diajak mengikuti sesi Edukasi Kesehatan interaktif bersama dokter dan ahli gizi Puskesmas Banda Sakti. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya menjaga pola makan seimbang, membatasi konsumsi gula harian, serta pentingnya kepatuhan minum obat bagi penderita diabetes guna menghindari risiko komplikasi berat seperti gangguan ginjal, stroke, dan kebutaan. Tidak kalah penting, tim puskesmas juga memimpin sesi Aktivitas Fisik dan Peregangan Khusus. Gerakan peregangan ini dirancang secara sederhana agar mudah dipraktikkan oleh warga di rumah guna membantu meningkatkan sensitivitas insulin, memperlancar sirkulasi darah, serta menjaga kebugaran tubuh pasien pre-diabetes dan diabetes yang cenderung jarang berolahraga.