Jaring Kasus Sedini Mungkin, Dinkes Kota Lhokseumawe Lakukan Skrining TB-HIV dan Cek Kesehatan Gratis Bagi Warga Binaan Lapas

Lhokseumawe - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe terus memperkuat upaya deteksi dini penyakit menular dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Bekerja sama dengan tim kesehatan dari 4 (empat) puskesmas, Dinkes menggelar kegiatan Skrining TB-HIV Terintegrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe. 

Tim gabungan tenaga kesehatan yang dilibatkan dalam kegiatan ini berasal dari:

  • UPTD Puskesmas Banda Sakti

  • UPTD Puskesmas Kandang

  • UPTD Puskesmas Blang Mangat

  • UPTD Puskesmas Blang Cut

Kegiatan intervensi kesehatan terpadu ini dilaksanakan sebagai langkah proaktif untuk mencegah, mendeteksi, dan menjaring sedini mungkin potensi penularan Tuberkulosis (TBC) serta HIV di lingkungan lapas yang tergolong rentan terhadap penularan penyakit menular. Selain upaya pencegahan dan penjaringan kasus, aksi bersama ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan serta meningkatkan capaian target indikator skrining TBC, HIV, dan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kota Lhokseumawe.

Selama kegiatan berlangsung, para warga binaan menjalani serangkaian tahapan pemeriksaan, antara lain:

  • Pemeriksaan Gejala & Skrining TB: Wawancara klinis serta pemeriksaan dahak/sputum bagi yang bergejala.

  • Conseling & Tes HIV: Konseling dan uji saring darah secara kooperatif dan rahasia.

  • Cek Kesehatan Gratis (CKG): Pengukuran tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan kesehatan umum lainnya.

Pihak Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe menyampaikan bahwa kolaborasi lintas puskesmas dan sinergi bersama Lapas Kelas IIA Lhokseumawe ini merupakan bentuk penjaminan kesetaraan akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan. Bagi warga binaan yang terindikasi atau terdiagnosis dari hasil skrining, akan segera mendapatkan penanganan medis dan pendampingan pengobatan secara intensif sesuai standar operasional yang berlaku.

(Sumber : Bidang P2P)